Baca Sains Tanpa Sinis
Apakah Micin Berbahaya? Ini Jawaban Sains

Apakah Micin Berbahaya? Ini Jawaban Sains

Apa yang ada di pikiran kamu ketika mendengar kata micin, vetsin atau MSG? Oke, kamu pasti tahu kalau itu adalah bumbu penyedap rasa yang ada di dapur. Dan, gak sedikit orang dari yang baca artikel ini menganggap kalau mengkonsumsi micin punya efek samping yang buruk.

“Jangan kebanyakan makan micin, nanti jadi bego.”

Ini adalah ungkapan yang paling populer di Indonesia soal micin. Dulu setiap kali ketahuan mau makan mie instan, orangtua pasti melarang karena dianggap mengandung MSG yang membuat kita jadi bodoh. Gak dilarang sepenuhnya sih, ya paling 2 minggu sekali lah.

 “Nanti sakit kalo kebanyakan makan ciki. Batuk-batuk, mual, pusing dan lain sebagainya.”

Selain mie instan, makanan yang biasanya jadi korban dari purbasangka terhadap micin adalah ciki-cikian. Walaupun micin enak, tapi dia bikin bego dan bikin sakit. Mirip-mirip lagunya Sisitipsi yang alkohol: Kamu jahat tapi enaaaak ~~

Eits, tapi pernah gak sih kita berpikir dari mana sih datangnya prasangka buruk ke micin ini? Apa emang ada buktinya? Atau cuma “katanya-katanya” aja?

Apa itu Micin?

Langkah awal untuk mengetahui sesuatu adalah berkenalan. Nah, sekarang apa sih micin itu? Ada kandungan apa di dalamnya?

Micin adalah MSG atau kepanjangannya monosodium glutamat yang molekul penyusunnya adalah sodium/natrium (Na) dan glutamat.

Natrium dan sodium itu sama. Cuma beda bahasa saja. Keduanya punya unsur kimia dengan simbol Na dan nomor atom 11 di tabel periodik kimia.

struktur kimia micin
Struktur kimia monosodium glutamat (MSG)

Garam yang biasanya kita konsumsi adalah natrium klorida (NaCl). Perbedaan micin sama garam dapur adalah Cl atau klorida nya ditukar sama glutamat.

Jadi, micin ini secara kimia mirip sama garam yang nyaris pasti digunakan dalam memasak. Makanan tanpa garam? Hambar.

Terus, apa itu glutamat? Glutamat merupakan asam amino non esensial bagi kita. Bukan berarti glutamat itu gak penting buat kita, tapi artinya kita gak perlu menambahkan asam amino itu ke dalam tubuh karena secara alami asam amino itu bisa dibuat sendiri dalam tubuh.

Buat manusia, glutamat punya peran penting pada proses metabolisme tubuh. Glutamat berperan sebagai bahan baku pembentukan protein. Sekitar 50 gram glutamat diproduksi tubuh untuk kebutuhan metabolisme setiap harinya.

Udah pada tahu kan fungsi protein? Iya, protein itu bahan pembangun tubuh, pembentuk sel baru, mengganti sel-sel yang rusak dan sebagainya.

Kalau gak ada glutamat → → gak ada ada protein → → tubuh gak regenerasi → → cepat ketemu sama malaikat pencabut nyawa.

Di dalam otak, glutamat berfungsi sebagai neurotransmitter (senyawa yang berperan membawa sinyal antara sel saraf).

Jadi, apa mungkin senyawa yang sangat dibutuhkan oleh tubuh menjadi berbahaya? Bikin orang jadi bego? Atau mengakibatkan mual-mual dan pusing? YA NGGAK LAH! Asal dikonsumsi sesuai dosis.

Ya semua yang berlebihan juga berbahaya. Konsumsi vitamin C kalau kebanyakan juga bisa overdosis. Minum air berlebihan juga bisa membunuh atau mengalami hyponatremia. Padahal 66% tubuh kita mengandung air.

Lagi pula, glutamat terdapat secara alami di hampir seluruh makanan yang kita konsumsi. Mulai dari ikan, daging, susu, sayur hingga buah-buahan.

daftar makanan alami yang mengandung micin
Kandungan MSG dalam makanan sehari-hari

Sejarah Micin

Micin pertama kali ditemukan oleh Profesor Kikunae Ikeda, seorang ahli kimia Jepang pada tahun 1908. Awalnya, Ikeda yang sangat menggemari kaldu rumput laut (dashi) bertanya-tanya apa yang membuat kaldu rumput laut begitu lezat?

Penemu micin kikunae ikeda
Penemu micin, Profesor Kikunae Ikeda

Pada 1908, Ikeda mengisolasi substansi utama dashi, yaitu rumput laut Laminaria japonica. Selanjutnya, dia melakukan serangkaian percobaan, seperti penguapan untuk mengisolasi senyawa spesifik dalam rumput laut.

Setelah berhari-hari melalui penguapan, rumput laut tersebut mengkristal. Saat dicicipi, Ikeda mengenali rasa gurih dari dashi. Ia menyebutnya sebagai rasa umami, dari kata berbahasa Jepang “umai” yang berarti lezat.

Hal ini menjadi terobosan pertama yang menantang pemikiran tentang rasa dalam kuliner yang biasanya hanya mengenal empat rasa, yakni asin, pahit, asam, dan manis. Setelah ia menemukan itu, kini kita mengenal rasa kelima, yaitu gurih.

Tanpa buang waktu, Ikeda menentukan rumus molekul kristal yang dihasilkan sebelumnya, yaitu C5H9NO4. Rumus molekul tersebut sama seperti asam glutamat, sebuah asam amino yang sudah dijelaskan.

Kemudian, ia membuat perusahaan untuk memasarkan produk dari temuannya ini. Sebuah perusahaan yang sudah kita kenal sehari-hari: Ajinomoto yang artinya intisari rasa.

pabrik ajinomoto
Pabrik Ajinomoto, penghasil micin nomor wahid

Saat ini glutamat yang digunakan untuk membuat MSG dihasilkan dengan cara mengekstrak glutamat dari tumbuhan seperti lobak, tebu, dan gandum.

Jadi Bahaya gak nih?

Kalau dilihat dari struktur kimianya, MSG gak berbeda dengan asam amino glutamat. Sehingga, metabolisme glutamat pada MSG gak bakal berbeda dengan asam glutamat. Tubuh kita sudah mengenali glutamat sebagai komponen yang telah lama dikonsumsi manusia, sehingga gak akan dikenal sebagi zat asing.

Intinya: aman bro.

Glutamat yang kita konsumsi pun berperan sebagai sumber energi utama untuk usus halus dalam penyerapan zat gizi.  Hanya 4% glutamat yang keluar dari usus halus dan digunakan oleh organ tubuh lain seperti yang dijelaskan di atas, 96% nya habis digunakan sebagai energi usus halus.

Terus gimana kalau kelebihan glutamat di dalam tubuh? Ya keluarin aja lewat urin. Tubuh kita sering kok mengeluarkan kelebihan glutamat melalui urin.

Walaupun merupakan asam amino non esensial, tubuh cukup cepat menggantikan glutamat (laju penggantian glutamat yang hilang dari tubuh atau turnover termasuk besar, yaitu sekitar 30%).

Menurut FDA (US Food & Drug Administration) atau BPPOM-nya Amerika, MSG dikategorikan sebagai zat yang aman untuk dikonsumsi. Cuma ya harus sesuai dosis. Nah, dosis per hari yang direkomendasikan FDA adalah sekitar 30 miligram per berat badan.

Gampangnya, berat badan dibagi 30 miligram. Jadi, misalnya berat kamu 60kg, maka dosis yang direkomendasikan per hari adalah 2 gram MSG.

Dari Mana Mitos Micin Berbahaya Muncul?

Kecurigaan pertama pada MSG muncul sekitar tahun 1968. Saat itu, Dr. Robert Ho Man Kwok merasa mual, pusing, lemas dan lain sebagainya terjadi sekitar 20 menit setelah makan di restoran Chinese. Memang restoran-restoran China menggunakan MSG yang relatif lebih banyak dibandingkan restoran lain (ini kejadiannya di Inggris).

Setelah kejadian pusing-pusing itu, ia kemudian menulis artikel ke New England Journal of Medicine dan menyebutnya sebagai China Restaurant Syndrome.

chinese restaurant syndrome dalam kamus
Chinese Restaurant Syndrome dalam kamus

Kemudian banyak peneliti mulai melakukan penelitian tentang MSG, salah satunya adalah John Olney yang mempublikasikan studinya di jurnal Science. Olney menyuntikkan MSG ke seekor tikus. Hasilnya, tikus tersebut mengalami kerusakan jaringan otak.

Dari dua penelitian ini lah persepsi orang bahwa MSG berbahaya ini menyebar luas ke seluruh dunia. Para pakar juga beranggapan kesalahan persepsi ini diperkuat oleh rasisme orang Amerika ke orang China. Orang Amerika juga menganggap bahwa makanan China itu kotor dan gak sehat.

Tapi, ternyata penelitian yang jadi landasan itu bisa dibilang cacat metode. Dosis yang diberikan ke tikus itu sekitar 4 gram per kg berat badan. Itu kalo dikasih ke orang dengan berat 60kg berarti sekitar 15 gram MSG! itu setara dengan kira-kira kalau kita menelan langsung 1 sendok makan micin.

Jauh melebihi dosis yang direkomendasikan FDA. Lagipula, orang mengkonsumsi MSG dengan cara dimakan, bukan disuntikkan ke dalam tubuh.

Ingat kan kalau sesuatu yang berlebihan itu gak bagus?

Penelitian yang Benar

Penelitian lain pada tahun 2000 melakukan penelitian pada 130 orang. Mereka diberikan asupan MSG sekitar 5 gram per hari. Setiap harinya, para peneliti mengawasi status kesehatan para relawan dan ngeliat efek glutamat yang diberikan ke sistem syaraf. Hasilnya? gak ditemukan bukti bahwa MSG dapat merubah struktur maupun fungsi sistem syaraf para relawan tersebut.

Penelitian yang terbit di The Journal of Nutrition tahun 2000 di Indonesia tentang MSG juga membenarkan hasil penelitian tersebut. Para peneliti mengumpulkan 52 partisipan yang sehat tanpa riwayat penyakit dan riwayat meminum obat sebelumnya.

Peneliti kemudian membagi partisipan menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama diberikan dosis MSG 1,5 gram perhari. Kelompok kedua diberikan MSG 3 gram per hari. Terakhir, kelompok ketiga gak diberikan MSG. Mereka hanya diberikan plasebo yang seakan-akan MSG.

Hasilnya sama seperti penelitian-penelitian sebelumnya. Gak ada efek dari MSG yang benar-benar berbahaya bagi kesehatan, apalagi sampai membuat bodoh dan merusak jaringan otak.

Oke sekali lagi, MSG diproduksi oleh tubuh manusia gak ada bedanya dengan glutamat yang kita peroleh dari bahan makanan lain. MSG bukan racun.

Kalau ada orang yang pusing habis mengkonsumsi makanan dengan kandungan MSG tinggi, itu ya karena dia emang glutamate intolerant. Memang ada orang-orang dengan kelangkaan seperti ini.

Toh, ada juga orang yang lactose intolerant dan gak bisa mengkonsumsi produk susu. Tapi apakah susu berbahaya? Gak juga.

Nah, tanpa micin pun, kalau orang glutamate intolerant makan makanan yang banyak glutamat nya, dia bakalan sakit dan kena Chinese Restaurant Syndrome.

Memang, orang Asia lebih banyak mengkonsumsi MSG dibandingkan orang Eropa. Rata-rata orang Asia mengkonsumsi MSG 1,2 – 1,7 mg per hari, sedangkan orang Eropa 0,3 – 0,5 mg per hari.

Jadi mungkin saja kalau secara genetik orang Asia lebih banyak yang toleran terhadap glutamat dibandingkan orang Eropa.

Walaupun begitu, ada baiknya kalau mengkonsumsi MSG sesuai dengan patokan batas amannya, yaitu 30 miligram per berat badan per hari, kalau mau lebih ya palingan sampai 5 gram per hari aja.

Oh iya, micin juga bisa jadi alternatif buat orang yang punya penyakit darah tinggi dan harus mengurangi garam. Jadi, dilebihin aja takaran micinnya biar bisa makan sehat dan tetap enak!

Video penjelasan yang baik soal micin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Evidensi