Baca Sains Tanpa Sinis
CRISPR, Alat Penggunting DNA yang Akan Mengubah Dunia

CRISPR, Alat Penggunting DNA yang Akan Mengubah Dunia

Pernah kah kamu membayangkan kalau nanti punya anak, kepingin si buah hati memiliki kecerdasan seperti Einstein dan punya tubuh atletis seperti Cristiano Ronaldo? Semua itu bisa dilakukan berkat teknologi yang namanya: CRISPR!

CRISPR adalah singkatan dari Clusteres Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats yang dapat digunakan untuk memodifikasi DNA dalam tubuh. Metode baru untuk rekayasa genetika yang membuat penemunya diganjar penghargaan Nobel Kimia 2020. 

Eits, jangan keburu parno dulu membaca kata-kata bahasa Inggris yang asing nan ribet itu. Saya berusaha menyerderhanakan agar mudah dipahami. Sebelum ngomongin rekayasa genetika, kita harus punya sedikit pemahaman tentang DNA atau kode kehidupan.

Memahami DNA dan Gen

Begini, DNA merupakan senyawa dalam tubuh yang menyimpan informasi genetika semua makhluk hidup. Informasi yang dikandung DNA ini bertanggung jawab dalam pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan setiap organisme.

Informasi dalam DNA itu terdiri dari empat huruf: A, C, T dan G. Kalau dibuat analogi, DNA itu adalah kata yang terdiri dari variasi empat huruf tersebut. Dari kata-kata itu terbentuklah kalimat yang bisa diibaratkan sebagai gen. 

struktur DNA yang berpotensi dimodifikasi melalui CRISPR
Empat huruf yang membentuk DNA

Nah, dari gen ini lah kemudian segala informasi tentang sifat pada setiap makhluk hidup diatur. Entah itu kecerdasan, mata biru, tinggi badan, bentuk hidung, warna kulit,  potensi penyakit dan lain sebagainya.

Dari kumpulan kalimat-kalimat dalam gen yang kompleks terbentuklah genom yang bisa juga disebut buku kehidupan. Buku kehidupan ini coba dibaca dan dipahami oleh manusia selama 13 tahun! 

Mulai dari Oktober 1990 sampai April 2003. Tentunya bukan satu orang saja yang baca, tetapi dilakukan secara kolektif melalui proyek yang dinamakan Human Genom Project

Hasil pembacaan ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang genetika manusia. Dari hasil pembacaan ini ditemukan bahwa autisme, epilepsi dan keterbelakangan mental disebabkan oleh kesalahan gen ACTL6B, kanker payudara disebabkan oleh kesalahan gen BRCA1 dan BRCA2, dan diabetes tipe 1 disebabkan oleh kelompok kesalahan gen HLA.

Kemudian ada gen DCHS2, RUNX2, GLI3 dan PAX1 yang bertanggung jawab mengatur bentuk wajah. Lalu ada gen HERC2 dan OCA2 yang mengatur warna mata.

gen yang mempengaruhi warna mata
Gen yang bertanggung jawab pada warna mata

Hal yang kompleks seperti kecerdasan enggak diperankan oleh 1-2 gen, kecerdasan adalah hasil kerja kelompok dari 22 gen yang berinteraksi dengan kompleks.

Masih banyak lagi fungsi dari gen lainnya yang terlalu panjang kalau ditulis semuanya di sini. Meskipun begitu, masih banyak pula misteri yang belum terungkap dari buku kehidupan ini. Sudah mulai pusing? Mari kita kembali ke CRISPR yang di awal tulisan sempat disinggung.

Bagaimana CRISPR Bekerja?

CRISPR adalah metode rekayasa genetika yang memungkinkan para ilmuwan menggunting huruf dalam DNA dan ditempel sesuai dengan kemauan dan kebutuhan ilmuwan. Semudah meng-copy paste dalam teks Microsoft Word!

Misal, kamu ingin anak mu memiliki mata biru. Ilmuwan tinggal menggunting sebagian huruf di gen OCA2 dan menggantinya dengan salinan yang bertanggung jawab memunculkan warna biru pada mata.

Kurang lebih begitu lah cara kerja CRISPR. Jreng jreng! Jadi lah anak mu itu lahir dengan mata biru.

Bukan cuma itu, kamu bahkan bisa membuat anak mu itu memiliki tubuh atletis seperti Cristiano Ronaldo, kecerdasan seperti Albert Einstein, suara mirip Michael Jackson dan lain sebagainya sesuai dengan permintaan.

Tubuh atletis Cristiano Ronaldo bisa dibuat dengan CRISPR
Tubuh atletis Cristiano Ronaldo

Rekayasa genetika sebetulnya sudah dilakukan oleh umat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Buah-buahan yang kita makan hari ini adalah hasil rekayasa genetika. Tetapi caranya masih manual, yaitu mengawinkan tanaman yang menghasilkan buah yang kita inginkan secara terus-menerus.

Contoh paling gampang dan kita lihat sehari-hari adalah anjing. Hewan ini adalah hasil rekayasa genetika yang paling nyata. Lama kelamaan, keturunannya akan mewarisi sifat sesuai dengan keinginan kita. Tetapi, cara ini memakan waktu yang sangat panjang dan perlu percobaan trial and error berkali-kali.

Rekayasa genetika yang tadinya sangat mahal dan memakan waktu lama kini menjadi murah dan cepat melalui metode CRISPR. Dengan CRISPR, ilmuwan bisa menggunting DNA yang hendak diganti dengan menempelkan DNA baru yang mengandung informasi baru.

Manfaat CRISPR

Potensi metode CRISPR ini sangat besar. Beberapa penyakit genetika diprediksi akan dapat disembuhkan dengan metode ini. Sebut saja HIV/AIDS, down syndrome, kanker dan beberapa penyakit genetika lainnya.

Selain itu, CRISPR bisa juga dimanfaatkan untuk membuat obat, makanan dan membuat hewan peliharaan sesuai kemauan kita. Sekarang saja sudah ada babi ukuran mini, anjing berotot ekstra, ikan yang bisa menyala dalam gelap dan lain sebagainya. Semuanya sudah dijual di pasar bebas.

Ikan hasil modifikasi CRISPR yang bisa menyala dalam gelap
Ikan yang bisa menyala dalam gelap

Tentu, di Indonesia belum ada. Kita masih ketinggalan jauh…

Kalau melihat tabiat manusia yang enggak pernah puas, lama-lama permintaan rekayasa genetika gak cuma untuk mengobati penyakit dan meng-custom hewan peliharaan. 

Babi mini yang dimodifikasi dengan CRISPR
Babi mini yang dimodifikasi dengan CRISPR

Bisa jadi makin macam-macam seperti request agar bisa mengeluarkan cakar adamantium seperti Wolverine pada film X-Men. Atau bisa saja ada yang tertarik menjadikan dirinya punya otak super seperti Charles Xavier atau Professor X?

Mutant dari serial film X-Men yang mungkin bisa jadi kenyataan dengan CRISPR
Mutant dari serial film X-Men

Perkembangan teknologi hari ini memungkinkan science fiction menjadi kenyataan. Toh, teknologi di film Star Trek yang dianggap mustahil pada tahun 60’an, saat ini menjadi teknologi yang sehari-hari kita gunakan.

Jadi, mungkin saja kemampuan superhero seperti di film X-Men atau The Avengers menjadi hal yang normal di kemudian hari. Apa lagi kalau ada keuntungan yang bisa dikeruk. Jangan pernah meremehkan keserakahan manusia.

Mengerikan bukan? Belum lagi kalau dipikir tentang dampak sosialnya. Sekarang saja, distribusi kekayaan yang enggak merata bisa meyebabkan kesenjangan yang parah. Orang miskin nyaris mustahil bersaing dan memenangkan kompetisi dengan orang kaya. 

Bagaimana kalau kesenjangannya bukan hanya kekayaan, tapi juga kesenjangan biologis? Matek lah kita orang-orang kecil.

Jangan takut dulu. Meskipun mungkin, rekayasa genetika pada manusia masih dilarang. Belum lama ini, ilmuwan Cina yang bernama He Jiankui dipenjara tiga tahun karena melakukan rekayasa genetika pada bayi manusia agar kebal terhadap virus HIV/AIDS. 

Secara teknis, rekayasa genetika semacam ini memang sudah bisa dilakukan, tetapi secara etis masih dilarang.

Gunting kode kehidupan ini benar-benar alat ajaib yang melebihi kemampuan alat-alat di kantong Doraemon. Alat ini membuat manusia bisa mengendalikan alur evolusi yang selama jutaan tahun berjalan secara acak melalui seleksi alam.

Video yang menjelaskan CRISPR dengan baik

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Evidensi