Baca Sains Tanpa Sinis
Diet Mediterania Ditambah Puasa, Diet Terbaik Menurut Sains

Diet Mediterania Ditambah Puasa, Diet Terbaik Menurut Sains

Semua jenis diet yang ramai dibicarakan orang pasti punya basis ilmiah. Dimulai dari diet ketogenik, diet vegan, diet paleo, diet mediterania, diet tanpa gula, diet tanpa garam dan seterusnya you name it. Semuanya menjanjikan kesehatan dan hal yang paling diincar dari pelaku diet: kurus.

Ternyata ada jenis diet yang paling baik di antara 41 jenis diet lainnya. Menurut sebuah tim yang beranggotalan kardiolog, nutrisionis dan pakar kesehatan lain, diet yang terbaik adalah diet mediterania yang ditambah dengan intermittent fasting (puasa).

Penelitian yang dipublikasikan di El Sevier membuktikan bahwa diet mediterania yang ditambah dengan puasa adalah yang paling ideal untuk kesehatan. Diet ini memiliki dampak yang luar biasa baik untuk kesehatan, di antaranya menurunkan risiko serangan jantung, diabetes, penurunan fungsi kognitif, depresi dan kanker.

Konsep Diet Mediterania

Berbeda dengan beberapa diet lainnya, diet mediterania ini sangat sederhana. Ada empat kategori dalam diet ini, yaitu:

  1. Wajib Dimakan Sering: Sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, kentang, biji-bijian, roti, jamu, rempah-rempah, ikan, makanan laut dan minyak zaitun.
  2. Boleh Dimakan: Unggas, telur, keju dan yogurt.
  3. Dimakan Sesekali: Daging merah.
  4. Haram Dimakan: Pemanis buatan, daging olahan dan lemak jenuh.

Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat di beberapa situs kesehatan yang membahas diet mediterania. Dan, yang paling penting dari diet adalah niat dan konsistensi. Meskipun menerapkan diet yang terbaik menurut sains, tanpa niat dan konsistensi, hasilnya hanya mungkin terwujud dalam khayalan.

Yang Ditemukan dari Penelitian

Dalam uji coba tahun 2018, orang yang mengonsumsi diet mediterania yang dilengkapi dengan minyak zaitun extra virgin atau kacang-kacangan memiliki 29% penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan 42% penurunan risiko terserang penyakit stroke.

Ketika ikan ekstra ditambahkan, akan ada hasil yang lebih baik. Sebuah meta-analisis dari lima studi diet prospektif menemukan bahwa dibandingkan dengan pemakan daging biasa, kematian akibat penyakit jantung adalah 34 persen lebih rendah pada mereka yang mengikuti diet pescatarian.

Hal yang sama berlaku untuk kacang-kacangan: Uji coba menunjukkan bahwa diet yang diperkaya dengan kacang-kacangan menghasilkan stabilitas dalam tekanan darah, termasuk peningkatan sensitivitas insulin, kolesterol baik, dan mencegah peradangan peradangan.

Diet Manusia dalam Sejarah

Sejak kemunculan pertamanya 300.000 tahun yang lalu sampai sekitar 10.000 tahun yang lalu, semua manusia hidup dengan cara berburu-mengumpul. Artinya, berburu binatang dan mengumpulkan tanaman sebagai asupan utama untuk bertahan hidup.

Dengan gaya hidup itu, manusia berevolusi untuk mendapatkan nutrisi dari tumbuhan dan binatang. Ya, kita dapat dikategorikan sebagai pemakan segala yang oportunis, omnivora. Secara gak langsung, tubuh kita akan mampu bekerja dengan optimal jika kebutuhan nutrisinya tercukupi, baik itu hewani dan nabati.

Nah, umat manusia dewasa ini kerap kali lebih banyak mengkonsumsi daging-daging binatang daripada tumbuhan. Udah gitu, mayoritas daging yang dikonsumsinya adalah junk food. Hal ini dapat mengakibatkan obesitas yang memicu banyak penyakit kronis seperti jantung, stroke, diabetes, kanker dan lain sebagainya.

Pertama kalinya dalam sejarah, lebih banyak manusia yang mati karena kebanyakan makan daripada kelaparan. Prestasi atau ironi?

Menyikapi gerombolan manusia rakus, ada juga segelintir orang yang memutuskan untuk menjadi vegan dan vegetarian. Mereka berhenti mengkonsumsi daging-dagingan atas nama membebaskan penderitaan hewan dari penyiksaan dan penyembelihan yang dilakukan untuk memenuhi permintaan kerakusan manusia.

Tetapi, gaya hidup vegan dan vegetarian juga gak memenuhi kebutuhan nutrisi manusia sebagai omnivora. Singkatnya, para vegan sering kali memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Mereka juga kekurangin vitamin B12, vitamin D, protein hewani, zat besi, kalsium dan beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

Diet Mediterania ini merupakan diet yang mengikuti pola diet manusia saat masih hidup berburu dan mengumpul. Memang, terkadang manusia memakan daging hewan buruan, tetapi beberapa riset membuktikan bahwa manusia pada saat itu lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.

Berburu hewan juga gak melulu berhasil, jadi memakan daging merah merupakan sebuah kemewahan bagi leluhur kita.

Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Meniadakan salah satunya bukan pilihan diet yang tepat. Jadi, diet yang sehat adalah diet yang memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Evidensi