Evidensi

Baca Sains Tanpa Sinis

Anarkisme, Istilah yang Paling Sering Disalahpahami

2 min read
Anarkisme = kerusuhan. Emang iya?
anarkisme

Anarkisme merupakan salah satu istilah yang paling sering dipahami oleh orang Indonesia. Istilah ini dimaknai sebagai tindakan barbar, brutal, pengrusakan, kekerasan, chaos dan tindakan rusuh lainnya.

Coba saja lihat berita di setiap aksi unjuk rasa yang berujung rusuh, pasti ada saja media yang menyebutnya sebagai tindakan anarkisme.

Bukan cuma media saja sih, pemerintah dan masyarakat juga kerap kali menyalahgunakan istilah anarkisme. Padahal, istilah yang lebih tepat untuk menggambarkan tindakan rusuh macam pengrusakan, bakar-bakar fasilitas, mencoret-coret tembok dan lain sebagainya adalah vandalisme.

Iya. Vandalisme, bukan anarkisme. Coba saja cari di KBBI kalau gak percaya. Jadi, apa sebenarnya anarkisme itu?

Anarki adalah bentuk tatanan pemerintahan, sama seperti monarki dan oligarki. Anarki berasal dari bahasa Yunani, yaitu an (tanpa) dan arkhos (penguasa). Jadi, anarki merupakan bentuk tatanan tanpa otoritas, baik pemerintah, modal maupun agama.

Nah, anarkisme adalah filosofi atau pandangan politik  yang bertujuan untuk menciptakan anarki, tatanan tanpa tuan, tanpa raja dan modal yang berkuasa.

Anarkisme percaya bahwa manusia sebagai anggota masyarakat akan membawa pada manfat yang terbaik bagi semua jika tidak diperintah atau hidup di bawah sebuah otoritas.

Pada dasarnya, kaum anarkis merupakan gerakan yang melawan hierarki. Kenapa begitu? Sebab, hierarki adalah struktur organisasi yang membuat manusia terpisah menjadi kelompok-kelompok tertentu.

Kalau kamu suka nonton film, ada satu film yang sangat tepat untuk sedikit lebih mengerti tentang anarkisme: V for Vendetta. Film tentang pemikiran anarki yang dipadu dengan action yang ciamik. Suguhan yang sangat disayangkan untuk dilewatkan.

Tokoh utama V for Vendetta berdiri di depan poster Strength through unity unity through faith
Tokoh utama dalam film V for Vendetta: V

Pandangan dan pemikiran anarki pada dasarnya menyuarakan suatu keyakinan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang secara alamiah mampu hidup secara harmoni dan bebas tanpa intervensi kekuasaan.

Bertolak belakang dari aksi kekerasan, anarkisme sebetulnya sangat menjunjung tinggi kemanusiaan. Dengan ketiadaan kekuasaan, masyarakat bisa berinteraksi secara bebas dan alamiah untuk menentukan kesepakatan-kesepakatan yang cocok untuk kepentingan produksi dan konsumsi.

Ya, walaupun memang ada juga aksi kekerasan yang dilakukan oleh para anarkis, tetapi ini bertolak belakang dengan haluan utama anarkisme.

Para anarkis memiliki tujuan yang mulia, yaitu menciptakan suatu masyarakat yang di dalamnya individu bebas berkumpul bersama tanpa perbedaan kelas. Semuanya sama rata.

Dalam dunia anarki, semua kegiatan dibentuk atas dasar kebebasan dan kesukarelaan manusia. Gak boleh ada yang rugi, setiap hubungan harus berbasis saling menguntungkan. Ini lah dunia ideal kaum anarkis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Evidensi