Baca Sains Tanpa Sinis
Yuval Harari: Ketika Dunia Seperti Dikendalikan Elit Global

Yuval Harari: Ketika Dunia Seperti Dikendalikan Elit Global

Teori konspirasi datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, tapi mungkin bentuk yang paling umum adalah teori konspirasi elit global. Sebuah survei baru-baru ini terhadap 26.000 orang di 25 negara bertanya kepada responden apakah mereka yakin ada “sekelompok orang yang secara diam-diam mengendalikan peristiwa dan menguasai dunia bersama-sama”.

37 persen orang Amerika menjawab bahwa ini “pasti atau mungkin benar.” Begitu pula 45 persen orang Italia, 55 persen orang Spanyol dan 78 persen orang Nigeria.

Teori konspirasi, tentu saja, tidak ditemukan oleh QAnon. Apa itu QAnon? Mereka adalah sekumpulan orang-orang yang percaya dengan teori konspirasi bahwa Amerika Serikat dikuasai oleh para penyembah setan, pedofil dan lain sebagainya.

Qanon, kelompok yang percaya dengan teori konspirasi elit global
Donald Trump banyak didukung oleh sekelompok orang yang mempercayai teori konspirasi

Jerinx SID, sebagai orang Indonesia yang paling vokal menyuarakan teori konspirasi juga sering menyebut hal ini. Bill Gates, Tom Cruise, petinggi partai demokrat di Amrik dan yang sering disebut sebagai “elit global” termasuk pada grup penyembah setan dan pedofil ini.

Tujuan mereka adalah menguasai sebagian besar aliran uang agar bisa terus mempertahankan kekuasaan di dunia. Lalu, apa hubungannya dengan menyembah setan dan pedofil? Menurut para QAnon, mereka melakukan ritual aneh itu agar bisa awet muda.

Tetapi, teori konspirasi bukanlah hal baru seperti kelompok QAnon yang baru muncul di tahun 2016. Teori konspirasi elit global sudah ada selama ribuan tahun. Beberapa di antaranya bahkan berdampak besar pada sejarah.

Nazisme, misalnya. Kita biasanya tidak menganggap Nazisme sebagai teori konspirasi. Karena berhasil menguasai seperempat dunia dan melancarkan Perang Dunia II, kita biasanya menganggap Nazisme sebagai “ideologi”……….  yang jahat.

Pada intinya, Nazisme adalah teori elit global yang didasarkan pada kebohongan anti-Semit: “Sebuah komplotan rahasia pemodal Yahudi diam-diam mendominasi dunia dan berencana untuk menghancurkan ras Arya.

Mereka merekayasa Revolusi Bolshevik, menjalankan demokrasi Barat, dan mengendalikan media dan bank. Hanya Hitler yang berhasil melihat semua trik jahat mereka – dan hanya dia yang bisa menghentikan mereka dan menyelamatkan umat manusia.”

Hitler dianggap dapat menggagalkan agenda elit global untuk menguasai dunia
Hitler, pemimpin NAZI yang mendapat banyak dukungan dari orang Jerman setelah kalah Perang Dunia I

Dari narasi seperti itu lah kemudian nazisme tumbuh dan mendapatkan banyak simpati dari orang Jerman (yang mengaku sebagai ras Arya). Boleh dibilang, pada dasarnya simpatisan Nazi adalah sekumpulan orang-orang yang termakan oleh teori konspirasi buatan Nazi.

Memahami struktur umum teori konspirasi elit global semacam itu dapat menjelaskan daya tarik mereka – dan kepalsuannya.

Struktur Teori Konspirasi

Penanut teori konspirasi elit global berpendapat bahwa di balik segudang peristiwa yang kita lihat di permukaan dunia, bersembunyi satu kelompok jahat. Identitas kelompok ini dapat berubah-ubah.

Beberapa percaya dunia diam-diam dikuasai oleh Freemason, Illuminati, penyihir atau pemuja setan. Yang lain mengira itu alien, manusia campuran reptil, atau bermacam-macam kelompok lainnya.

Logo mata yang kerap kali dikaitkan dengan kelompok elit global
Logo mata yang kerap kali dikaitkan dengan kelompok elit global

Tetapi struktur dasar teori konspirasi tetap sama: Sekelompok elit mengontrol hampir semua yang terjadi di muka bumi, sekaligus dengan lihai menyembunyikan kekuatannya dengan rapi. Singkatnya: Elit Global!

Penganut teori konspirasi elit global sangat senang menyatukan hal-hal yang berlawanan. Misal, teori konspirasi Nazi mengatakan bahwa di permukaan, komunisme dan kapitalisme terlihat seperti musuh yang tidak dapat didamaikan, bukan? Salah! Mereka hanya kelihatannya saja begitu! Itu semua cuma permainan elit global.

Dan Anda mungkin berpikir bahwa keluarga Bush dan keluarga Clinton adalah rival abadi, tetapi mereka hanya menunjukkan persaingan itu di depan orang banyak. Di balik pintu tertutup, mereka semua pergi ke pesta Tupperware yang sama.

Untuk konteks Indonesia, mungkin bisa dimaafkan kalau mengganti keluarga Bush jadi keluarga Suharto dan keluarga Clinton jadi keluarga Sukarno.

Sukarno dan Suharto
Presiden Sukarno dan Presiden Suharto

Ya, hampir seluruh teori konspirasi akan mengakatakan demikian. Nyaris seluruh sosok kharismatik dan penguasa yang ditampilkan di layar kaca hanyalah drama, tok.

Dari asumsi ini, teori tentang bagaimana dunia bekerja muncul. Peristiwa dalam berita adalah layar asap yang dirancang dengan licik untuk menipu kita, dan para pemimpin terkenal yang mengalihkan perhatian kita hanyalah boneka di tangan penguasa sejati.

Daya Tarik Konspirasi Elit Global

Teori konspirasi elit global mampu menarik banyak pengikut karena mereka menawarkan penjelasan tunggal dan mudah dipahami pada proses rumit perjalanan dunia yang tak terhitung jumlahnya.

Sejarah kita berulang kali diguncang oleh perang, revolusi, krisis dan pandemi. Kalau saya percaya pada teori konspirasi elit global, saya menikmati perasaan nyaman bahwa saya benar-benar memahami segalanya.

Perang di Suriah? Saya tidak perlu pusing-pusing mempelajari sejarah Timur Tengah dan konstelasi geopolitik untuk memahami apa yang terjadi di sana. Itu bagian dari konspirasi besar.

Perkembangan teknologi 5G? Saya tidak perlu melakukan penelitian dan membaca apa pun tentang fisika gelombang radio, bagaimana informasi bisa ditransfer melalui gelombang dan lain sebagainya. Itu sudah jelas konspirasi.

Pandemi Covid-19? Ini tidak ada hubungannya dengan ekosistem, kelelawar, dan virus. Tidak perlu repot-repot membaca soal struktur virus dan proses evolusi virus hingga bisa melompat ke manusia. Itu jelas bagian dari konspirasi.

Kunci kerangka teori konspirasi elit global membuka semua misteri dunia dan menawarkan saya kesempatan masuk ke dalam lingkaran eksklusif – sekelompok orang yang mengerti.

Itu membuat saya merasa lebih pintar dan lebih bijaksana daripada orang kebanyakan dan bahkan mengangkat derajat saya di atas kelompok intelektual dan kelas penguasa: profesor, jurnalis, politisi.

Saya melihat apa yang mereka abaikan – atau apa yang mereka coba sembunyikan. Saya lebih pintar dari orang-orang itu!

Kecacatan Teori Konspirasi Elit Global

Teori konspirasi elit global memiliki kecacatan dasar yang sama: Mereka menganggap bahwa sejarah itu sangat sederhana. Premis utama dari teori konspirasi elit global adalah bahwa memanipulasi dunia relatif mudah.

Sekelompok kecil orang dapat dengan mudah memahami, memprediksi, dan mengendalikan segalanya, mulai dari perang, revolusi teknologi hingga pandemi.

Yang sangat luar biasa adalah kemampuan kelompok elit ini untuk melihat 10 langkah ke depan dalam percaturan global.

Ketika mereka melepaskan virus di suatu tempat, mereka dapat memprediksi tidak hanya bagaimana penyebarannya ke seluruh dunia, tetapi juga bagaimana hal itu akan mempengaruhi ekonomi global setahun kemudian.

Ketika mereka melancarkan revolusi politik, mereka dapat mengontrol jalannya revolusi tersebut. Ketika mereka memulai perang, mereka tahu bagaimana itu akan berakhir. Pokoknya dengan segala sumber daya yang dimiliki elit global, mereka pasti bisa mengontrolnya.

Tapi tentu saja, dunia jauh lebih rumit. Pertimbangkan invasi Amerika ke Irak, misalnya. Pada tahun 2003, satu-satunya negara adidaya dunia menginvasi negara Timur Tengah berukuran sedang, mengklaim ingin melenyapkan senjata pemusnah massal yang dimiliki negara itu dan mengakhiri rezim Saddam Hussein.

Tentara amerika berfoto di depan wajah Saddam Hussein
Tentara Amerika di depan foto Saddam Husein setelah melakukan invasi ke Irak. (images: © REUTERS/Desmond Boylan)

Beberapa orang menduga bahwa mereka juga tidak keberatan dengan kesempatan untuk mendapatkan hegemoni atas wilayah tersebut dan mendominasi ladang minyak Irak yang vital. Dalam mengejar tujuannya, Amerika Serikat mengerahkan pasukan terbaik di dunia dan menghabiskan triliunan dolar.

Beberapa tahun kemudian, apa hasil yang diperoleh Amerika dari upaya yang luar biasa ini? Sebuah bencana yang lengkap. Tidak ada senjata pemusnah massal dan Irak jadi dilanda kekacauan.

Pemenang terbesar perang itu sebenarnya adalah haters Amerika di Timur Tengah, yaitu Iran yang malah jadi kekuatan dominan di kawasan itu.

Jadi, haruskah kita menyimpulkan bahwa George W. Bush dan Donald Rumsfeld sebenarnya adalah orang-orang Iran yang menyamar, melakukan rencana untuk kebaikan Iran yang sangat cerdik? Sama sekali tidak.

Sebaliknya, kesimpulannya adalah sangat sulit untuk memprediksi dan mengendalikan urusan manusia.

Anda tidak perlu menginvasi negara Timur Tengah untuk mempelajari pelajaran ini. Apakah Anda pernah bertugas sebagai OSIS, karangtaruna, atau hanya mencoba mengatur pesta ulang tahun kejutan untuk ibu Anda? Anda mungkin tahu betapa sulitnya mengendalikan manusia.

Anda membuat rencana, dan itu menjadi bumerang. Anda mencoba merahasiakan sesuatu, dan hari berikutnya semua orang membicarakannya. Anda bersekongkol dengan teman tepercaya, dan pada saat-saat krisis, justru dia menusuk Anda dari belakang.

Teori konspirasi elit global meminta kita untuk percaya bahwa meskipun sangat sulit untuk memprediksi dan mengendalikan tindakan 1.000 atau bahkan 100 manusia. Sangat mudah untuk menguasai dan mengendalikan hampir delapan miliar manusia. Iya, 8.000.000.000 manusia.

Realitas yang Sebenarnya

Tentu saja ada banyak konspirasi nyata di dunia. Individu, perusahaan, organisasi, gereja, faksi, dan pemerintah terus-menerus menyusun dan mengejar berbagai agenda. Tapi, justru itulah yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk memprediksi dan mengendalikan dunia secara keseluruhan.

Pada tahun 1930-an, Uni Soviet benar-benar bersekongkol untuk memicu revolusi komunis di seluruh dunia; bank-bank kapitalis menggunakan semua jenis strategi yang cerdik untuk menstabilkan ekonomi; pemerintahan Roosevelt berencana untuk merekayasa ulang masyarakat Amerika dalam New Deal; dan gerakan Zionis mengejar rencananya untuk mendirikan tanah air di Palestina.

protes pada elit global zionis
Protes yang dilakukan oleh orang Yahudi pada kebijakan Zionis

Tapi setiap agenda yang tak terhitung jumlahnya sering bertabrakan dengan agenda lain, dan tidak ada satu kelompok orang pun yang menjalankan semua agenda keseluruhan pertunjukan.

Hari ini juga, Anda mungkin menjadi sasaran banyak konspirasi. Rekan kerja Anda mungkin berencana untuk Anda dipandang buruk oleh atasan. Perusahaan farmasi besar mungkin menyuap dokter untuk memberi Anda resep yang berbahaya.

Perusahaan besar lainnya mungkin menekan politisi untuk memblokir peraturan lingkungan dan membiarkannya mencemari udara yang Anda hirup. Beberapa raksasa teknologi mungkin sibuk meretas data pribadi Anda.

kebakaran hutan
Membakar hutan biasanya digunakan sebagai cara murah perusahaan membuka lahan

Sebuah partai politik mungkin sedang mengadu domba distrik pemilihan di wilayah Anda. Pemerintah asing mungkin mencoba memicu ekstremisme di negara Anda. Ini semua bisa jadi konspirasi nyata, tapi bukan bagian dari satu rencana global.

Kadang-kadang sebuah perusahaan, partai politik atau kediktatoran berhasil mengumpulkan sebagian besar kekuatan dunia ke tangannya. Tetapi, ketika hal seperti itu terjadi, hampir tidak mungkin untuk merahasiakannya. Dengan kekuatan besar datanglah popularitas.

Memang, dalam banyak kasus popularitas yang baik merupakan prasyarat untuk memperoleh kekuasaan yang besar. Lenin, misalnya, tidak akan pernah memenangkan kekuasaan di Rusia dengan menghindari popularitas dan pandangan publik.

Dan, Stalin pada awalnya jauh lebih suka bermain licik di balik pintu tertutup, tetapi pada saat dia memonopoli kekuasaan di Uni Soviet, fotonya tergantung di setiap kantor, sekolah, dan rumah dari Baltik hingga Pasifik. Kekuatan Stalin bergantung pada popularitas dan kultus orang-orang padanya.

elit global dari uni soviet
Joseph Stalin dan Vladimir Lenin

Gagasan bahwa Lenin dan Stalin hanyalah sebuah boneka untuk penguasa elit global di belakang layar sangat bertentangan dengan semua bukti sejarah.

Menyadari bahwa tidak ada satupun komplotan rahasia dan elit global yang dapat secara diam-diam mengendalikan seluruh dunia tidak hanya akurat, ini juga menguatkan Anda.

Hal ini berarti Anda dapat mengenali kelompok mana yang bersaing di dunia kita, dan bersekutu dengan kelompok apa saja hingga melawan kelompok mana saja.

Itulah politik nyata. Kemampuan untuk mengenali kelompok-kelompok yang berupaya mendapatkan kekuasaan akan membuat kita semakin jernih dalam melihat kenyataan. Dan, yang paling penting: Tidak mudah dibodoh-bodohi oleh elit politik.

Tulisan ini aslinya ditulis oleh Yuval Noah Harari, yang terbit di New York Times pada 20 November 2020. Penulis hanya menterjemahkan dan menyunting sedikit kata-katanya agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Evidensi