Baca Sains Tanpa Sinis
Ilmuwan Harvard Berhasil Membalikkan Penuaan pada Tikus

Ilmuwan Harvard Berhasil Membalikkan Penuaan pada Tikus

Baru-baru ini sekelompok ilmuwan dari Harvard berhasil membalikkan penuaan dengan menyembuhkan penglihatan pada seekor tikus yang sudah tua.

Seperti yang sudah kita ketahui, penuaan pada sel dapat menyebabkan beberapa penurunan kemampuan pada tubuh, termasuk penglihatan.

Manusia yang sudah memasuki usia di atas 40, nyaris pasti mengalami penurunan penglihatan dan menderita rabun dekat.

Nah, kelompok peneliti dari Harvard Medical School pada dasarnya mengatur ulang sel tikus tersebut ke keadaan yang lebih muda. Gak lama kemudian, tikus yang kehilangan penglihatan terkait usia atau kerusakan saraf di retina mereka mendapatkan kembali kemampuan mereka untuk melihat seperti ketika masa muda.

Kemajuan sains dan teknologi memungkinkan hal tersebut terjadi. Singkatnya, sekelompok ilmuwan itu melakukan rekayasa DNA yang bertanggung jawab pada penuaan sel pada tikus tersebut.

Meskipun begitu, belum dapat dikatakan bahwa teknik yang serupa dapat bekerja pada manusia.

Namun, riset yang mengarah ke arah situ sangat banyak. Manusia mana yang tidak mau mendapatkan kemampuannya saat muda? Berapa banyak uang yang dihasilkan dari bisnis tersebut? Toh, saat ini saja kosmetik yang menjanjikan peremajaan kulit saja meraup keuntungan yang luar biasa besar.

Bagaimana Proses Penuaan Terjadi?

Banyak sekali industri yang bergerak di bidang anti penuaan, khususnya pada bidang kecantikan. Faktanya, secara biologis suratan takdir penuaan kita tertulis pada gen.

Informasi biologis terletak pada DNA yang terdiri dari huruf A, C, G dan T. Dari sini lah informasi untuk pembentukan tubuh dan segala organ terjadi.

Kumpulan dari jaringan DNA membentuk kromosom yang kita sebagai manusia memiliki 46 kromosom. 23 kromosom diperoleh dari Ayah dan 23 kromosom sisanya diwariskan dari Ibu. Nah, di setiap ujung kromosom dilindungi oleh protein yang dinamakan telomere.

Setiap sel dari tubuh kita ini mengandung beberapa 46 kromosom yang menjadi cetak biru setiap makhluk hidup. Dan, seluruh sel yang ada di dalam tubuh kita melakukan replikasi terus menerus. Sebab sel tidak memiliki usia yang panjang.

Ilustrasi kromosom, tempat di mana DNA dan Telomere yang bertangung jawab untuk membalikkan penuaan terletak
Ilustrasi kromosom, tempat di mana DNA dan Telomere terletak

Itu lah kenapa setiap saat ada sel kulit mati. Beberapa sel di dalam tubuh akan mati setelah melakukan replikasi. Di sinilah proses penuaan terjadi.

Ketika tubuh menua, replikasi sel yang terjadi tidak benar-benar sama 100% dengan sel sebelumnya. Berbagai macam kerusakan pada tubuh terjadi di level ini.

Seiring dengan penuaan tersebut, kesalahan replikasi semakin sering terjadi. Kesalahan replikasi sel tersebut membuat organ-organ tidak berfungsi seperti sedia kala. Itu lah kenapa orang yang berusia lanjut lebih banyak memiliki masalah kesehatan.

Peneliti menemukan bahwa telomere yang melindungi kromosom bertanggung jawab dalam menjaga replikasi sel tetap benar. Sayangnya, setiap kali sel melakukan replikasi, maka telomere ini memendek. Semakin pendek telomere, semakin sering terjadi kesalahan replikasi.

Penjelasan singkat bagaimana penuaan terjadi

Singkatnya, panjang atau pendeknya telomere ini berhubungan langsung dengan proses penuaan. Nah, ternyata tidak semua orang memiliki panjang telomere yang sama. Inilah suratan takdir usia kita.

Lalu, Bagaimana Membalikkan Penuaan?

Ilmuwan dari Harvard melakukan uji coba pada tikus untuk membalikkan penuaan. Hasil temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, Nature. Salah satu jurnal ilmiah yang paling kredibel di dunia.

Mereka mengubah ribuan penanda kimiawi dalam tubuh tikus tersebut. Begini, DNA itu berisi segala macam informasi yang bertanggung jawab untuk membentuk tubuh. Ilmuwan mencoba mengubah kode DNA itu agar memproduksi dan membentuk tubuh tikus muda.

Pada eksperimen tersebut, peneliti memilih untuk mengubah DNA yang bertanggung jawab pada pembentukan penglihatan tikus. Hasilnya, simsalabim! Secara berangsur-angsur penglihatan tikus tersebut menjadi pulih kembali seperti tikus muda.

“Kami berangkat dengan sebuah pertanyaan: Jika perubahan DNA adalah pendorong penuaan, dapatkah kita menyetel ulang DNA?” Salah satu penulis studi dan ahli genetika Harvard Medical School David Sinclair berkata kepada Nature. “Bisakah kamu memutarbalikkan penuaan?”

Para ilmuwan tersebut membalikkan penuaan dengan mengubah kode DNA pada tikus. DNA tikus dalam penelitian tersebut memiliki kode informasi untuk membentuk tubuh tikus tua. Ilmuwan memodifikasi dengan mengganti kode informasi tersebut dengan instruksi agar membentuk tubuh tikus muda.

Hanya saja, studi ini tidak menyertakan modifikasi pada telomere sehingga besar kemungkinan kesalahan replikasi terjadi dan tikus tersebut akan menua kembali dengan cepat. Modifikasi telomere memang memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi.

Hingga saat tulisan ini ditulis, belum ada ilmuwan yang berhasil memodifikasi telomere sehingga membuat makhluk hidup menjadi hidup lebih lama. Namun, melihat potensi pasarnya yang sedemikian besar, besar kemungkinan akan ditemukan teknologi baru untuk awet muda ini.

Google bahkan menggelontorkan dana besar-besaran pada riset modifikasi telomere agar bisa menciptakan teknologi yang membuat manusia panjang umur, dan mungkin.. abadi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Evidensi