Baca Sains Tanpa Sinis
Mencari Alien, Apa kah Ada Kehidupan di Luar Bumi?

Mencari Alien, Apa kah Ada Kehidupan di Luar Bumi?

Apa kah alien itu beneran ada? Ada kah kehidupan lain di luar bumi? Apa kah manusia adalah satu-satunya makhluk cerdas yang hidup di alam semesta? Atau kah ada makhluk-makhluk lain yang hidup di luar sana?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering kali berputar di dalam benak banyak orang. Kalau gak menemukan sumber jawaban yang tepat, kita akan dengan mudah tergiring opini konspirasi atau jawaban-jawaban pendek religius.

“Alam raya ini diciptakan dan ditundukkan untuk manusia,” kata mereka. Titik. Jawaban semacam ini gak membantu sama sekali. Malah menutup kemungkinan terhadap alternatif jawaban lain yang akan membuka pikiran tentang betapa luasnya alam semesta.

Di mana Kita Berada?

Untuk menjawab pertanyaan pada paragraf pertama di atas, kita perlu untuk mengetahui dulu di mana kita menumpang hidup.

Oke, semua orang pasti sudah tahu kalau kita hidup di Bumi. Sebuah planet yang mengapung di angkasa dan mengelilingi satu bintang yang dinamakan Matahari.

Bumi hanya lah salah satu planet yang mengelilingi Matahari. Kita gak sendirian. Ada Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto.

planet dalam tata surya
Planet yang mengelilingi matahari dalam tata surya

Gambar di atas adalah ilustrasi tata surya. Sebuah ekosistem di mana planet-planet mengelilingi satu bintang.

Gagasan planet mengelilingi matahari disebut sebagai heliosentris yang dicetuskan oleh Nicolaus Copernicus pada abad ke-16. Sebetulnya heliosentris pernah juga dicetuskan oleh filsuf Yunani, Aristarkhus pada abad ke-3 dan diteruskan Astronom Islam, Ibnu Al-Syatir dua abad sebelum Copernicus.

Para pendahulu ini boleh dibilang hanya mengira-ngira. Gagasan ini baru didukung oleh bukti-bukti observasi yang dilakukan oleh Galileo Galilei pada awal abad ke-17.

Meskipun pada masanya banyak penolakan tentang heliosentris, bahkan Galileo Galilei harus menjadi tahanan rumah karena gagasannya dianggap bertentangan dengan doktrin gereja kala itu.

Doktrin gereja kala itu menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Semua benda langit berputar mengelilingi bumi. Manusia adalah makhluk istimewa yang menjadi pusat dari keberadaan alam semesta.

Gagasan ini dinamakan geosentris yang didasarkan pada perhitungan dan pengamatan Filsuf Yunani Kuno, Ptolemy pada abad ke-2. Gagasan tua yang bertahan 1500 tahun di muka bumi.

Tetapi, saat ini heliosentris sudah menjadi teori sains yang sangat kokoh. Ia disertai dengan bukti-bukti empiris sampai hitungan matematis. Kalau masih ada yang menolak heliosentris dan percaya geosentris, mungkin ia lebih cocok hidup di era Dark Age daripada era modern.

Tata surya tempat kita hidup bukanlah satu-satunya tata surya. Ada lebih dari miliaran tata surya yang melayang di angkasa membentuk galaksi. Kita tinggal dalam galaksi yang disebut Bima Sakti. Bahasa Inggrisnya: Milky Way.

Di dalam skala galaksi, bumi tempat kita tinggal lebih kecil dari remah-remah roti yang berserakan di sekitar bahu. Bumi, sama sekali bukan tempat yang istimewa.

galaksi bima sakti dan planet bumi
Bumi dalam kaca mata galaksi

Carl Sagan dalam bukunya “Cosmos” menulis bahwa setiap galaksi kira-kira memiliki seratus miliar bintang. Iya, angka 1 yang diikuti 11 angka 0.

Jumlah planet dalam satu galaksi lebih banyak daripada bintang. Kalau di satu galaksi saja sudah ada seratus miliar bintang, berapa jumlah planet yang mungkin ada?

Jangan pusing dulu, saat ini ilmuwan memperkirakan kira-kira alam semesta ini memiliki ratusan miliar galaksi. Iya, kamu gak salah baca. Ada ratusan miliar galaksi di alam semesta kita!

Ratusan miliar galaksi dikalikan dengan ratusan miliar bintang di setiap galaksi. Kalau mau menghitung jumlah bintang, kira-kira begini: 1011 x 1011 = 1022. Sepuluh pangkat 22. Sepuluh miliar triliun!

Dari 10 miliar triliun bintang, anggap saja setiap bintang punya 5 planet yang mengelilinginya, berarti ada sekitar 50 miliar triliun planet. Ini estimasi terendahnya.

Itu juga yang berhasil kita amati atau Observable Universe. Di luar itu? Belum ada yang tahu.

alam semesta yang bisa diamati. Berapa kemungkinan alien hidup?
Alam semesta yang bisa diamati

Setiap titik-titik yang bersinar terang merupakan galaksi. Di mana kita dalam skala ini? Bukan lagi remah-remah roti. Kita gak keliatan sama sekali! Kita bukan apa-apa di tengah kebesaran alam semesta.

Mengingat jumlah yang demikian besar itu, betapa beruntungnya (atau sial?) kita bisa hidup di sebuah planet yang dinamakan bumi?

Kalau mau menggunakan logika sederhana, apa kah mungkin kehidupan cuma ada di satu dari 50 miliar triliun planet? Sepertinya, kemungkinan ini nggak masuk akal.

Menakar Keberadaan Alien

Para ahli beranggapan bahwa di setiap tata surya, terdapat satu planet yang mungkin habitable atau mirip dengan Bumi tempat kita hidup dan satu-satunya tempat yang kita tahu mengandung kehidupan.

Berdasarkan asumsi tersebut, kira-kira ada seratus miliar planet yang mirip Bumi dan kemungkinan bisa dihuni. Planet ini disebut dengan eksoplanet.

Tetapi, karena keterbatasan pengamatan manusia, sampai tulisan ini dibuat, ada 4.296 eksoplanet. Mungkin kah dari 4.296 eksoplanet ini ada kehidupan? Belum tahu, pengamatan kita belum memungkinkan untuk memotret planet-planet tersebut dari jarak dekat.

Mungkin sekali ada alien yang hidup di luar sana. Tentunya bukan seperti alien-alien yang ada di film sains-fiksi. Sebab, alien dalam film fiksi terlalu mirip dengan makhluk Bumi.

Mungkin saja alien di planet lain memiliki bentuk yang jauh berbeda dari kehidupan di bumi. Toh, mereka tinggal di habitat yang jauh berbeda. Mungkin saja mereka bernapas dengan nitrogen, bukan oksigen. Ah, kemungkinannya sangat banyak sekali.

Para ilmuwan yakin bahwa kehidupan di luar bumi ada. Lembaga-lembaga antariksa dari seluruh dunia berlomba-lomba untuk menemukan kehidupan di tempat lain. Ratusan juta US Dollar dikucurkan untuk usaha pencarian alien.

Baru-baru ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga meluncurkan program untuk mencari alien dan kehidupan di luar angkasa serta planet mirip bumi yang berpotensi untuk dihuni di kemudian hari. Ini mirip dengan lembaga di Amerika Serikat, Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI).

Radar untuk mencari alien dan kehidupan di luar angkasa
Radar SETI untuk mencari kehidupan di luar angkasa

Baru-baru ini para ilmuwan dikejutkan dengan tanda kehidupan di planet Venus, yaitu ditemukannya kandungan gas phospine yang diprediksi merupakan hasil dari aktivitas organisme.

Tetapi, bukti tersebut belum cukup meyakinkan. Sebab, ada beberapa kemungkinan terbentuknya gas phospine, gak selalu dari organisme. Ada beberapa tanda kehidupan alien yang pada akhirnya terbukti salah.

Sampai hari ini, belum ditemukan bukti yang meyakinkan adanya kehidupan di luar Bumi. Tetapi, ini bukan berarti kehidupan selain Bumi benar-benar nggak ada.

Apa kamu percaya dengan kehidupan di luar angkasa? Atau kamu lebih percaya bahwa manusia adalah makhluk spesial dan satu-satunya makhluk cerdas yang ada di alam semesta?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Evidensi