Baca Sains Tanpa Sinis
Perempuan Juga Ikut Berburu di Era Pra-Sejarah!

Perempuan Juga Ikut Berburu di Era Pra-Sejarah!

Dahulu kala saat era pra-sejarah, nenek moyang kita hidup dengan gaya berburu-mengumpul dalam kelompok kecil. Para anggota dalam kelompok itu berbagi tugas. Ada yang berburu binatang, ada pula yang mengumpulkan tanaman.

Ya, manusia memang makhluk omnivora yang butuh makan daging dan tanaman. Jadi, kalau ada yang menawarkan diet tanpa asupan daging atau olahan tanaman sudah jelas salah. Manusia butuh nutrisi dari kedua jenis makanan itu.

Sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa ketika manusia masih hidup dengan gaya berburu-mengumpul, para pria lah yang pergi berburu sedangkan perempuan mengumpulkan tanaman dan mempersiapkan masakan sekaligus menjaga anak-anak.

Tetapi, studi terbaru yang terbit di jurnal  Science Advance memberikan bukti bahwa narasi tersebut salah. Dalam penelitian baru itu, disebutkan bahwa pada era berburu-mengumpul, persentase perempuan yang ikut berburu nyaris 50 persen. Pria dan perempuan bahu membahu untuk bertahan hidup.

Budaya patriarki dimulai sejak para pria dianggap lebih berjasa dalam kelangsungan hidup spesies. Peran perempuan ditekan ke titik terendah.

Temuan terbaru ini membuka banyak kemungkinan tentang bagaimana kehidupan nenek moyang kita dahulu kala. Tim arkeolog dalam penelitian tersebut menjelaskan bahwa gagasan yang sangat kuat tentang peran gender dalam masyarakat kuno telah menahan sains.

Namun, tim arkeologi menemukan bukti tentang keikutsertaan perempuan dalam perburuan di Peru pada tahun 2013. Evidensi ini menjadi bukti yang terlalu sulit untuk diabaikan orang lain.

Randall Haas, yang terlibat dalam penelitian ini sekaligus asisten profesor antropologi di University of California, Davis, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa temuan ini benar-benar mengubah cara dia menggambarkan masyarakat kuno ini.

“Penemuan kami telah membuat saya memikirkan kembali struktur organisasi paling dasar dari kelompok pemburu-pengumpul, dan kelompok manusia secara lebih umum,” kata Haas.

Manusia modern punya tulisan untuk menjelaskan sejarah keadaan. Sejak ditemukan tulisan, sejarah menjadi lebih mudah direkonstruksi. Ini lah alasan kenapa era sebelum ditemukannya tulisan disebut sebagai pra-sejarah.

Untuk menjelaskan kehidupan sosial nenek moyang kuno bukan pekerjaan yang mudah. Arkeolog menduga bahwa benda atau aksesoris yang ikut dikubur bersama orang yang meninggal bisa menjelaskan sesuatu.

“Benda yang ikut dikuburkan bersama seseorang cenderung menjadi benda yang paling berarti dan sering digunakan orang itu selama hidup,” tulis arkeolog dalam studi.

sekelompok peneliti sedang melakukan penggalian di Peru
Penggalian di situs Peru. Credit: Randal Haas.

Di situs di Peru, peneliti menemukan sisa-sisa yang menurut analisis gigi, tulang, dan protein adalah seorang perempuan berusia sekitar 17-19 tahun. Berbagai barang yang secara tradisional digunakan untuk berburu, termasuk tombak, alat pemotong, dan pisau ditemukan dikubur bersama fosil perempuan itu.

Secara total, peneliti menemukan 24 artefak di situs pemakaman ini yang terkait dengan perburuan dan pemrosesan hewan besar.

Untuk memastikan penemuan itu bukan hanya kebetulan, tim melakukan peninjauan terhadap 107 situs arkeologi yang berasal dari era yang sama di Amerika, yaitu sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Berdasarkan alat yang ditemukan di berbagai situs pemakaman tersebut, tim menemukan bahwa di dalamnya terdapat fosil 16 pria, dan 11 perempuan yang ditemukan bersama alat berburu di makamnya.

“Berdasarkan temuan ini, diperkirakan sekitar 30 sampai 50 persen partisipasi perempuan dalam perburuan. Sepertinya tidak ada perbedaan gender dalam perburuan di era pra-sejarah,” tulis peneliti dalam studi.

Meskipun temuan ini mendukung teori kesetaraan gender antara pria dan perempuan yang hidup dengan gaya berburu-mengumpul, peneliti mengatakan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperjelas temuan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Evidensi